LONDON (SINDO) – Pemain pelapis Arsenal menunjukkan kapabilitasnya dengan menyingkirkan Tottenham Hotspur di Piala Liga Inggris (Piala Carling) sekaligus mengantar The Gunners ke babak 16 besar.
Pelatih Arsenal Arsene Wenger menegaskan seluruh punggawanya memiliki mental juara, tak terkecuali pemain pelapis tim inti.Kemampuan mereka diperlihatkan di White Hart Lane,London, Selasa (21/9), dengan kemenangan 4-1, meski harus berjibaku hingga babak tambahan waktu. Di panggung Piala Carling,Wenger kerap menurunkan darah muda untuk menambah pengalaman dan mengasah skill.
Tapi, kali ini nakhoda asal Prancis itu mengubah kebijakannya dan memilih memanggil pemain yang selama ini lebih sering jadi cadangan. Dalam laga itu Arsenal memasukkan lebih dari enam pemain cadangan, termasuk Lukas Fabianski di bawah mistar gawang merotasi Manuel Almunia.Lini depan dipercayakan kepada Carlos Vela,Henri Lansbury, dan Jack Wilshere yang biasanya ditempati Andrei Arshavin, Marouane Chamakh, dan Robin van Persie.
Samir Nasri turut dimainkan di lini tengah bersama Tomas Rosicky. Eksperimen tersebut ternyata memberi hasil mengagumkan.Permainan Arsenal tetap solid walau tanpa sejumlah pilar. Lansbury membawa timnya unggul lebih dulu pada menit ke-15. Spurs sempat menyamakan kedudukan lewat Robbie Keane saat babak kedua baru berjalan empat menit. Hingga waktu reguler usai, kedudukan memang tidak berubah dan harus digelar perpanjangan waktu.
Saat inilah pemain cadangan Arsenal kembali menunjukkan kebolehan. Berkat kecerdikannya, Nasri mengeksekusi dua tendangan penalti. Hadiah pertama didapat setelah Sebastien Bassong menjatuhkannya pada menit ke-92. Berikutnya berselang empat menit lantaran Steven Caulker melanggar Chamakh yang tampil menggantikan Rosicky pada menit ke-73.
Pesta Arsenal disempurnakan aksi brilian Arshavin pada menit ke-105.Penyerang asal Rusia itu hadir di lapangan meneruskan tugas Vela pada menit ke-73. Dua gol Nasri dari titik putih mengundang pujian dari Wenger. Pasalnya, dia tidak mengira gelandang berpaspor Prancis itu berani melakukan eksekusi. “Dia (Samir Nasri) punya kepercayaan tidak melakukan tendangan penalti jika pelanggaran terjadi pada diri sendiri,” ucap Wenger dikutip Timesonline.
“Saat itu saya berusaha menghilangkan ketakutan. Itu berhasil saya lakukan,” tandas Nasri. Sayangnya ada noda yang mengotori momen indah Nasri. Dia dianggap berpura-pura jatuh alias diving demi mendapat penalti. Sebab, kontak fisik yang terjadi tidak terlalu keras.“Penalti pertama tidak perlu terjadi.Saya berpikir dia (Nasri) melakukan diving,” kata Arsitek SpursHarry Redknapp. Apa pun itu,laga ini tidak mengubah fakta bahwa Arsenal memiliki kekuatan menakutkan.
Kekuatan mental seluruh pemainnya kini tidak perlu diragukan.Nyatanya,mereka bisa menang meski tanpa Wenger di sisi lapangan yang mendapat skorsing satu pertandingan. Wenger tidak perlu khawatir lagi jika ada pemain utamanya yang berhalangan hadir. Sebab, dia punya pengganti yang sepadan. Van Persie bisa dengan tenang berkonsentrasi memulihkan cederanya.
Arshavin dan Chamakh bisa mendapatkan waktu istirahat lebih banyak karena tidak perlu terus tampil penuh. “Kami telah diuji dan berhasil melewatinya. Kami tampil konsisten. Tapi, kami harus tetap memandang bumi dan tetap fokus terhadap pertandingan berikutnya. Kami tidak boleh lengah,” pungkas Wenger, yang pasukannya akan menjamu WestWest Bromwich Albion di Emirates Stadium akhir pekan ini. (m mirza)
Rabu, 22 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
