Tips Sehat Mengatasi Flu, Pilek dan Influenza Bagi Blogger Yang Suka Begadang
By admin on Oct 15, 2008 with Comments 20
Tips sehat mengatasi flu, pilek, influenza ini sebetulnya mudah dan murah. Bahkan tidak perlu ke dokter kalau memang belum diperlukan. Karena pada dasarnya penyakit ini akibat dari infeksi virus (Viral infection). Infeksi virus itu bersifat self limiting diseases, yang artinya bisa sembuh sendiri. Dengan usaha yang ringan kita bisa mengatasi flu, pilek dan influenza. Bagaimana tips mengatasi flu itu?
Berikut beberapa langkah yang saya lakukan. Lho kok saya? ya..karena dua hari ini saya, ( konsultasi kesehatan ) terbaring istirahat di tempat tidur karena tubuhku sudah tidak mampu mengatasi flu berat dan batuk.
1. Tirah baring, usahakan istirahat di temat tidur dengan tenang. Tinggalkan sejenak semua urusan. pusatkan ada pikiran bahwa saya harus sembuh dari penyakit ini. Dengan demikian sistem imun tubuh mendapat energi positif dari pikiran yang positif pula.
2. Minum air putih yang banyak. banyaknya sekuat anda minum. tidak melulu air putih saja, bisa air teh hangat, air hangat kuku,
3. Minum vitamin atau suplemen lainnya. Pada saat flu, sistem imun atau daya tahan tubuh menurun, membutuhkan bantuan dari luar. Inilah saat yang tepat minum vitamin atau madu dan lain-lain.
4. Usahakan makan yang seimbang gizinya.hindarkan makanan berlemak dan gorengan.
5. Berdoa, dengan berdoa semoga diberi kesembuhan. Dengan berdoa merangsang sistem daya tahan tubuh untuk meningkatkan kekebalan imunnya.
Kalau langkah-langkah mengatasi flu , pilek tersebut belum berhasil ya…kunjungi dokter anda. Tujuannya berobat ke dokter ini mempunyai dua tujuan , yaitu
1. Memastikan apakah ada infeksi tumpangan yang lain. maksudnya? untuk memastikan apakah infeksi flu murni atau infeksi tumpangan lainnya. Kalau hanya flu, pilek, batuk biasa tidak masalah. yang menjadi masalah adalah kalau ada co-infection dengan yang lain seperti URTI, DHF, tifus dan lain-lain. Karena gejala awal dari penyakit tersebut sama seperti gejala flu. Istilah kedokterannya, flu like syndroma. Jadi perlu hati-hatinya di sini.
2. Untuk mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan gejala yang ada. Seperti obat untuk penurun panas, obat untuk hidung tersumbat, untuk untuk mengencer dahak atau lendir, dan vitamin
Semoga kita semua terhindar dari penyakit flu, pilek dan influenza. semoga tips mengatasi flu ini bermanfaat buta rekan-rekan blogger, khususnya yang suka begadang pada malam hari. Sehat selalu dan terhindar dari flu, pilek dan influenza.
Filed Under: Uncategorized
Tags: daya tahan tubuh • Dokter • flu • infeksi • influenza • pilek • situs konsultasi dokter • tips kesehatan • tips sehat
About the Author: Fajar Rudy Qimindra. Biasa dipanggil Fajar atau QIMI. Seorang DOKTER yang menjadi BLOGGER untuk berbagi manfaat buat sesama. Sehari - hari bekerja di RS PERTAMINA BALIKPAPAN. Secara reguler juga dikirim ke lokasi Oil & Mining Company. Dokter Panggilan,..kata teman2. Blog saya http://Konsultasikesehatan.net atau http://fajarqimi.com. Silakan Berlangganan Gratis artikel saya lewat http://feeds.feedburner.com/dokterOnline ( disadur dari
Fajar QIMI Online
Seorang Dokter yang Belajar Menjadi Prodokter dan Problogger
konsultasi kesehatan; dokter online; konsultasi gratisi)
Senin, 20 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
indooonesiiiiaa
Terima Kasih "Merah Putih"
Kamis, 02 Desember 2010 | 03:49 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Jakarta, Kompas - Terima kasih, ”Merah Putih”. Ucapan itu pantas disampaikan kepada pemain Indonesia yang tampil heroik dan impresif saat melumat Malaysia, 5-1 (2-1), pada penampilan perdana penyisihan Grup A Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, Rabu (1/12). Kans Indonesia lolos ke semifinal pun terbuka lebar.
Semua pemain tampil maksimal, nyaris sulit menemukan cacat pada permainan mereka. Spirit tanding, kekompakan tim, sikap tidak cepat puas, dan permainan penuh energi menyatu dalam tontonan sepanjang 90 menit itu. Sekitar 30.000 penonton di stadion dan mungkin jutaan warga di Tanah Air yang menyaksikan lewat televisi dibuat klimaks lewat lima gol.
Lima gol itu diawali gol bunuh diri bek Malaysia Mohd Asraruddin Putra bin Omar menit ke-22, striker Cristian Gonzales (33’), gelandang Muhammad Ridwan (52’), gelandang pengganti Arif Suyono (77’), dan striker Irfan Bachdim saat injury time. ”Kami tidak berpikir, kami bisa menang 5-1. Skor itu terlalu tinggi. Menang 3-1 saja cukup wajar,” kata Alfred Riedl, Pelatih Indonesia, dalam jumpa pers.
”Saya sangat gembira malam ini. Tetapi, seusai laga saya sampaikan kepada pemain agar jangan terlalu bermimpi. Dengan kemenangan besar ini, kami belum dapat apa-apa. Kami ingatkan pemain harus bersiap-siap untuk laga berikutnya,” lanjut pelatih asal Austria itu.
Pada laga berikutnya, Indonesia menjamu Laos yang menahan Thailand, 2-2. Para pemain Indonesia semalam benar-benar menjadi bintang. Nama-nama mereka terpampang di sekeliling tribune atas.
Menit ke-18, suporter Indonesia dikejutkan gol striker Norshahrul Idlan bin Talaha. Ia dalam posisi bebas tanpa kawalan bek kiri Mohammad Nasuha saat menerima umpan silang mendatar tandemnya, Mohd Safee bin Mohd Sali. Gol itu bermula dari dilewatinya bek Hamka Hamzah oleh Mohd Safee.
Gol itu tidak mematahkan semangat pemain Indonesia, tetapi menjadi cambuk daya juang mereka. Mereka bahkan makin kesetanan. Berselang empat menit kemudian, tim asuhan Alfred Rield mampu menyamakan skor, 1-1, berkat gol bunuh diri Mohd Asraruddin saat berusaha mengantisipasi bola silang gelandang Oktovianus Maniani.
Menit ke-33, seisi stadion terasa seperti meledak oleh teriakan kegembiraan penonton saat striker Cristian Gonzales menjebol gawang Malaysia dengan tendangan mendatar dan terarah ke pojok kanan kiper Mohd Sharbinee Allawee bin Ramli. Setelah disodori umpan kapten Firman Utina, pemain naturalisasi asal Uruguay itu menggocek bola sebentar sebelum melepaskan tendangan mematikan itu.
”Kami tidak berpikir kami bisa kalah 1-5,” kata K Rajagopal, Pelatih Malaysia. ”Kami mengawali laga secara positif dengan mencetak gol. Tetapi, setelah itu kami buat kesalahan yang berlanjut dengan kesalahan hingga membuat nyaman Indonesia.”
Ia menepis anggapan bahwa pemainnya grogi oleh atmosfer dukungan penonton tuan rumah. Sepanjang laga, penonton tidak berhenti memberikan dukungan. Genderang bunyi tetabuhan terdengar di sana-sini, seolah memompa energi tambahan bagi pemain. Satu-satunya hal tidak terpuji dari penonton, cemoohan dan sorak-sorai mereka saat lagu kebangsaan Malaysia berkumandang. Selain itu, letupan kembang api dan letusan mercon juga bisa menjadi sorotan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
Keputusan Riedl lebih memercayakan Bachdim daripada Bambang Pamungkas, sungguh tepat. Bachdim, mantan pemain yunior Utrecht (Belanda), lebih banyak bergerak. (OTW/SAM)
Kamis, 02 Desember 2010 | 03:49 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
Jakarta, Kompas - Terima kasih, ”Merah Putih”. Ucapan itu pantas disampaikan kepada pemain Indonesia yang tampil heroik dan impresif saat melumat Malaysia, 5-1 (2-1), pada penampilan perdana penyisihan Grup A Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, Rabu (1/12). Kans Indonesia lolos ke semifinal pun terbuka lebar.
Semua pemain tampil maksimal, nyaris sulit menemukan cacat pada permainan mereka. Spirit tanding, kekompakan tim, sikap tidak cepat puas, dan permainan penuh energi menyatu dalam tontonan sepanjang 90 menit itu. Sekitar 30.000 penonton di stadion dan mungkin jutaan warga di Tanah Air yang menyaksikan lewat televisi dibuat klimaks lewat lima gol.
Lima gol itu diawali gol bunuh diri bek Malaysia Mohd Asraruddin Putra bin Omar menit ke-22, striker Cristian Gonzales (33’), gelandang Muhammad Ridwan (52’), gelandang pengganti Arif Suyono (77’), dan striker Irfan Bachdim saat injury time. ”Kami tidak berpikir, kami bisa menang 5-1. Skor itu terlalu tinggi. Menang 3-1 saja cukup wajar,” kata Alfred Riedl, Pelatih Indonesia, dalam jumpa pers.
”Saya sangat gembira malam ini. Tetapi, seusai laga saya sampaikan kepada pemain agar jangan terlalu bermimpi. Dengan kemenangan besar ini, kami belum dapat apa-apa. Kami ingatkan pemain harus bersiap-siap untuk laga berikutnya,” lanjut pelatih asal Austria itu.
Pada laga berikutnya, Indonesia menjamu Laos yang menahan Thailand, 2-2. Para pemain Indonesia semalam benar-benar menjadi bintang. Nama-nama mereka terpampang di sekeliling tribune atas.
Menit ke-18, suporter Indonesia dikejutkan gol striker Norshahrul Idlan bin Talaha. Ia dalam posisi bebas tanpa kawalan bek kiri Mohammad Nasuha saat menerima umpan silang mendatar tandemnya, Mohd Safee bin Mohd Sali. Gol itu bermula dari dilewatinya bek Hamka Hamzah oleh Mohd Safee.
Gol itu tidak mematahkan semangat pemain Indonesia, tetapi menjadi cambuk daya juang mereka. Mereka bahkan makin kesetanan. Berselang empat menit kemudian, tim asuhan Alfred Rield mampu menyamakan skor, 1-1, berkat gol bunuh diri Mohd Asraruddin saat berusaha mengantisipasi bola silang gelandang Oktovianus Maniani.
Menit ke-33, seisi stadion terasa seperti meledak oleh teriakan kegembiraan penonton saat striker Cristian Gonzales menjebol gawang Malaysia dengan tendangan mendatar dan terarah ke pojok kanan kiper Mohd Sharbinee Allawee bin Ramli. Setelah disodori umpan kapten Firman Utina, pemain naturalisasi asal Uruguay itu menggocek bola sebentar sebelum melepaskan tendangan mematikan itu.
”Kami tidak berpikir kami bisa kalah 1-5,” kata K Rajagopal, Pelatih Malaysia. ”Kami mengawali laga secara positif dengan mencetak gol. Tetapi, setelah itu kami buat kesalahan yang berlanjut dengan kesalahan hingga membuat nyaman Indonesia.”
Ia menepis anggapan bahwa pemainnya grogi oleh atmosfer dukungan penonton tuan rumah. Sepanjang laga, penonton tidak berhenti memberikan dukungan. Genderang bunyi tetabuhan terdengar di sana-sini, seolah memompa energi tambahan bagi pemain. Satu-satunya hal tidak terpuji dari penonton, cemoohan dan sorak-sorai mereka saat lagu kebangsaan Malaysia berkumandang. Selain itu, letupan kembang api dan letusan mercon juga bisa menjadi sorotan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
Keputusan Riedl lebih memercayakan Bachdim daripada Bambang Pamungkas, sungguh tepat. Bachdim, mantan pemain yunior Utrecht (Belanda), lebih banyak bergerak. (OTW/SAM)
-Animasi Indonesia Menginternasional-
Membicarakan film animasi tentunya akan menggiring ingatan ’kita’ pada karya maestro dunia seperti Walt Disney dengan tokoh Donal Bebek-nya, Warner Bross yang sukses melambungkan "Tom and Jerry", ataupun Hana-Barbera dengan Scooby Doo yang cukup melegenda di ingatan anak-anak.
Namun, siapa sangka dari sebuah resor di salah satu sudut Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, telah lahir puluhan film animasi yang kualitasnya tak kalah dari film produksi dari negeri Paman Sam sekalipun.
Sebuah resor yang bernama Turi Beach di kawasan Nongsa ternyata dihuni bukan hanya oleh para pelancong yang ingin menikmati indahnya pantai berpasir putih, namun juga oleh ratusan kaum muda yang kreatif di bidang animasi.
Ratusan kaum muda kreatif itu bekerja di bawah payung PT. Systrans Multi Media. Mereka telah menghasilkan berbagai karya animasi yang dipesan oleh berbagai perusahaan sinema bertaraf internasional.
"Animator muda itu berasal dari berbagai kota di Indonesia," kata Daniel Harjanto, ’bos’ PT. Systrans Multi Media, di Batam, Kamis.
Salah satu karya film animasi yang telah menginternasional adalah film ’Sing to the Dawn’ yang diproduksi PT. Systrans Multi Media dengan bendera Infinite Frameworks (IFW).
Film tersebut selesai diproduksi tahun 2009 atas kerjsama dengan pemerintah Singapura. "Kerjasama itu ditandatangani tahun 2005 dan baru selesai diproduksi pada empat tahun kemudian," katanya.
Pengerjaan film itu sepenuhnya dilakukan di Batam oleh sekitar 150 animator asal Indonesia dan hanya melibatkan lima animator asing.
Distribusi film Sing to the Dawn yang memakan biaya sekitar 2,5 juta dolar Amerika Serikat itu mencakup ke berbagai negara seperti Singapura, Korea, dan Rusia, katanya.
Film itu merupakan adapatasi dari novel karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn.
Novel tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.
Infinite Frameworks membuat adaptasi novel Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib di beberapa SD di negara tersebut dibuatkan filmnya.
Dia mengatakan film ini bahkan telah dibuat dalam versi Indonesia dengan judul "Meraih Mimpi", dengan melibatkan beberapa artis terkenal seperti Cut Mini dan Gita Gutawa sebagai pengisi suaranya.
Selain Sing to the Dawn, studio animasi yang bermarkas di kawasan sejuk Pulau Batam itu juga memiliki film-film animasi yang telah dipasarkan seperti Garfield, Franklin and Friends, Leonard/Dr.Contraptus dan Rollbots. "Khusus untuk film Franklin and Friends kini telah dapat dinikmati melalui kanal HBO," kata Daniel.
Film itu merupakan pesanan dari konsorsium perfilman dari Singapura dan Kanada sebanyak 26 episode dengan pengerjaan selama 18 bulan.
Dia mengatakan ketertarikan perusahaan film animasi untuk memproduksi film di Batam bukan hanya karena faktor biaya murah, namun juga kualitas. "Kalau mau cari biaya produksi murah bisa dilakukan di China atau India," ujarnya.
Dua negara itu, menurut dia, juga memiliki basis industri animasi yang berbiaya lebih murah dibandingkan Indonesia.
Saat ini studio animasi PT. Systrans Multi Media tengah menggarap film animasi yang diadopsi dari novel khas Jepang karya Yoshihiro Tatsumi berjudul ’A Drifting Life’, katanya.
"Film itu bercerita tentang kehidupan sosial di Jepang dan dikonsumsi untuk kalangan dewasa," ujar Daniel.
Dia juga memiliki keinginan pada suatu saat studio animasi yang dipimpinnya mampu menghasilkan film yang berbau budaya Indonesia.
Namun, dia juga mengatakan dukungan pemerintah terhadap pembuatan film animasi berkarakter asli Indonesia, juga diperlukan. "Dukungan pemerintah juga kami harapkan," katanya.
Adanya dukungan pemerintah, kata dia, akan memunculkan studio-studio animasi di kota lain sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen film animasi terkemuka di kancah perfilman internasional.
Kelak, bukan sebuah hal yang tidak mungkin tokoh animasi asli Indonesia bersanding dengan tokoh-tokoh film animasi kondang internasional, katanya.
ANT
Sumber :kompas.com
Namun, siapa sangka dari sebuah resor di salah satu sudut Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau, telah lahir puluhan film animasi yang kualitasnya tak kalah dari film produksi dari negeri Paman Sam sekalipun.
Sebuah resor yang bernama Turi Beach di kawasan Nongsa ternyata dihuni bukan hanya oleh para pelancong yang ingin menikmati indahnya pantai berpasir putih, namun juga oleh ratusan kaum muda yang kreatif di bidang animasi.
Ratusan kaum muda kreatif itu bekerja di bawah payung PT. Systrans Multi Media. Mereka telah menghasilkan berbagai karya animasi yang dipesan oleh berbagai perusahaan sinema bertaraf internasional.
"Animator muda itu berasal dari berbagai kota di Indonesia," kata Daniel Harjanto, ’bos’ PT. Systrans Multi Media, di Batam, Kamis.
Salah satu karya film animasi yang telah menginternasional adalah film ’Sing to the Dawn’ yang diproduksi PT. Systrans Multi Media dengan bendera Infinite Frameworks (IFW).
Film tersebut selesai diproduksi tahun 2009 atas kerjsama dengan pemerintah Singapura. "Kerjasama itu ditandatangani tahun 2005 dan baru selesai diproduksi pada empat tahun kemudian," katanya.
Pengerjaan film itu sepenuhnya dilakukan di Batam oleh sekitar 150 animator asal Indonesia dan hanya melibatkan lima animator asing.
Distribusi film Sing to the Dawn yang memakan biaya sekitar 2,5 juta dolar Amerika Serikat itu mencakup ke berbagai negara seperti Singapura, Korea, dan Rusia, katanya.
Film itu merupakan adapatasi dari novel karya Minfung Ho berjudul Sing to The Dawn.
Novel tersebut bercerita tentang kakak beradik yang berusaha melindungi tempat tinggal mereka dari kontraktor penipu.
Infinite Frameworks membuat adaptasi novel Minfung Ho tersebut atas permintaan pemerintah Singapura yang ingin buku wajib di beberapa SD di negara tersebut dibuatkan filmnya.
Dia mengatakan film ini bahkan telah dibuat dalam versi Indonesia dengan judul "Meraih Mimpi", dengan melibatkan beberapa artis terkenal seperti Cut Mini dan Gita Gutawa sebagai pengisi suaranya.
Selain Sing to the Dawn, studio animasi yang bermarkas di kawasan sejuk Pulau Batam itu juga memiliki film-film animasi yang telah dipasarkan seperti Garfield, Franklin and Friends, Leonard/Dr.Contraptus dan Rollbots. "Khusus untuk film Franklin and Friends kini telah dapat dinikmati melalui kanal HBO," kata Daniel.
Film itu merupakan pesanan dari konsorsium perfilman dari Singapura dan Kanada sebanyak 26 episode dengan pengerjaan selama 18 bulan.
Dia mengatakan ketertarikan perusahaan film animasi untuk memproduksi film di Batam bukan hanya karena faktor biaya murah, namun juga kualitas. "Kalau mau cari biaya produksi murah bisa dilakukan di China atau India," ujarnya.
Dua negara itu, menurut dia, juga memiliki basis industri animasi yang berbiaya lebih murah dibandingkan Indonesia.
Saat ini studio animasi PT. Systrans Multi Media tengah menggarap film animasi yang diadopsi dari novel khas Jepang karya Yoshihiro Tatsumi berjudul ’A Drifting Life’, katanya.
"Film itu bercerita tentang kehidupan sosial di Jepang dan dikonsumsi untuk kalangan dewasa," ujar Daniel.
Dia juga memiliki keinginan pada suatu saat studio animasi yang dipimpinnya mampu menghasilkan film yang berbau budaya Indonesia.
Namun, dia juga mengatakan dukungan pemerintah terhadap pembuatan film animasi berkarakter asli Indonesia, juga diperlukan. "Dukungan pemerintah juga kami harapkan," katanya.
Adanya dukungan pemerintah, kata dia, akan memunculkan studio-studio animasi di kota lain sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen film animasi terkemuka di kancah perfilman internasional.
Kelak, bukan sebuah hal yang tidak mungkin tokoh animasi asli Indonesia bersanding dengan tokoh-tokoh film animasi kondang internasional, katanya.
ANT
Sumber :kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)
