_______________________

_______________________
______________________

Jumat, 03 Desember 2010

indooonesiiiiaa

Terima Kasih "Merah Putih"
Kamis, 02 Desember 2010 | 03:49 WIB
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Jakarta, Kompas - Terima kasih, ”Merah Putih”. Ucapan itu pantas disampaikan kepada pemain Indonesia yang tampil heroik dan impresif saat melumat Malaysia, 5-1 (2-1), pada penampilan perdana penyisihan Grup A Piala Suzuki AFF 2010 di Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, Rabu (1/12). Kans Indonesia lolos ke semifinal pun terbuka lebar.

Semua pemain tampil maksimal, nyaris sulit menemukan cacat pada permainan mereka. Spirit tanding, kekompakan tim, sikap tidak cepat puas, dan permainan penuh energi menyatu dalam tontonan sepanjang 90 menit itu. Sekitar 30.000 penonton di stadion dan mungkin jutaan warga di Tanah Air yang menyaksikan lewat televisi dibuat klimaks lewat lima gol.

Lima gol itu diawali gol bunuh diri bek Malaysia Mohd Asraruddin Putra bin Omar menit ke-22, striker Cristian Gonzales (33’), gelandang Muhammad Ridwan (52’), gelandang pengganti Arif Suyono (77’), dan striker Irfan Bachdim saat injury time. ”Kami tidak berpikir, kami bisa menang 5-1. Skor itu terlalu tinggi. Menang 3-1 saja cukup wajar,” kata Alfred Riedl, Pelatih Indonesia, dalam jumpa pers.

”Saya sangat gembira malam ini. Tetapi, seusai laga saya sampaikan kepada pemain agar jangan terlalu bermimpi. Dengan kemenangan besar ini, kami belum dapat apa-apa. Kami ingatkan pemain harus bersiap-siap untuk laga berikutnya,” lanjut pelatih asal Austria itu.

Pada laga berikutnya, Indonesia menjamu Laos yang menahan Thailand, 2-2. Para pemain Indonesia semalam benar-benar menjadi bintang. Nama-nama mereka terpampang di sekeliling tribune atas.

Menit ke-18, suporter Indonesia dikejutkan gol striker Norshahrul Idlan bin Talaha. Ia dalam posisi bebas tanpa kawalan bek kiri Mohammad Nasuha saat menerima umpan silang mendatar tandemnya, Mohd Safee bin Mohd Sali. Gol itu bermula dari dilewatinya bek Hamka Hamzah oleh Mohd Safee.

Gol itu tidak mematahkan semangat pemain Indonesia, tetapi menjadi cambuk daya juang mereka. Mereka bahkan makin kesetanan. Berselang empat menit kemudian, tim asuhan Alfred Rield mampu menyamakan skor, 1-1, berkat gol bunuh diri Mohd Asraruddin saat berusaha mengantisipasi bola silang gelandang Oktovianus Maniani.

Menit ke-33, seisi stadion terasa seperti meledak oleh teriakan kegembiraan penonton saat striker Cristian Gonzales menjebol gawang Malaysia dengan tendangan mendatar dan terarah ke pojok kanan kiper Mohd Sharbinee Allawee bin Ramli. Setelah disodori umpan kapten Firman Utina, pemain naturalisasi asal Uruguay itu menggocek bola sebentar sebelum melepaskan tendangan mematikan itu.

”Kami tidak berpikir kami bisa kalah 1-5,” kata K Rajagopal, Pelatih Malaysia. ”Kami mengawali laga secara positif dengan mencetak gol. Tetapi, setelah itu kami buat kesalahan yang berlanjut dengan kesalahan hingga membuat nyaman Indonesia.”

Ia menepis anggapan bahwa pemainnya grogi oleh atmosfer dukungan penonton tuan rumah. Sepanjang laga, penonton tidak berhenti memberikan dukungan. Genderang bunyi tetabuhan terdengar di sana-sini, seolah memompa energi tambahan bagi pemain. Satu-satunya hal tidak terpuji dari penonton, cemoohan dan sorak-sorai mereka saat lagu kebangsaan Malaysia berkumandang. Selain itu, letupan kembang api dan letusan mercon juga bisa menjadi sorotan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).

Keputusan Riedl lebih memercayakan Bachdim daripada Bambang Pamungkas, sungguh tepat. Bachdim, mantan pemain yunior Utrecht (Belanda), lebih banyak bergerak. (OTW/SAM)

Tidak ada komentar: